Organisasi kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana untuk mengembangkan diri serta aspirasi mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian dalam rangka perwujudan dan pembentukan eksistensi diri mahasiswa pada umumnya. Lembaga kemahasiswaan sudah sewajarnya mencerminkan fungsi mahasiswa sebagai kamunitas intelektual dan duta pembaharuan yang selalu menjunjung tinggi kesucian idealisme dan moral dalam lingkungan masyarakat dimana mereka berada. Sebagai lembaga pergerakan moral yang selalu berusaha menjunjung kesucian idealis, kesadaran pengurus adalah modal dasar untuk tetap mempertahankan eksistensi organisasi.
Kekompakan serta dinamisasi pengurus merupakan hal yang sangat diperlukan sekali, karena dengan kekompakan dan kedinamisan akan tercipta sebuah iklim kerja organisasi yang kondusif, saling mengisi dan melengkapi untuk selalu berinovasi dengan kreatifitas-kreatifitas sesuai potensi yang ada. Dan sudah barang tentu ini merupakan modal bagi keberhasilan sebuah organisasi dalam merealisasikan program kerja dalam satu periode. Sumber daya manusia adalah hal yang sangat krusial bagi perkembangan organisasi. Untuk itu pengembangan serta peningkatan sumber daya manusia merupakan program yang paling utama.
Suatu hal yang menjadi bagian yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan untuk berjalanya sebuah organisasi adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ( AD/ART ) yang jelas, yang nantinya sebagai sebuah pijakan dalam menjalankan roda organisasi, struktur organisasi dan tata laksananya, GBPK sebagai pijakan dalam menyusun dan merealisasikan program kerja serta rekomendasi sebagai langkah awal dalam menjalankan roda organisasi.
Sarana dan prasarana adalah satu bagian yang sangat penting bagi perkembangan skill dan kemampuan pengurus dalam mengembangkan skill dan kemampuan yang telah dimiliki, leadership dan managerial, yang nantinya diharapkan pengembangan sumber daya manusia tersebut dapat berkembang menjadi yang terbaik
Sebuah kesekretariatan yang representatif merupakan hal yang tidak dapat kita sepelekan karena kesekretariatan yang strategis dan memadai dapat memberikan dukungan yang positif bagi terjalinya hubungan yang harmonis dalam perjalanan sebuah organisasi.
Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) tidak mungkin terlepas dari perkembangan dan perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitar, maka kepekaan sosial dan kemampuan berpikir kedepan merupakan salah satu modal untuk beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan tersebut. Selain itu BEM adalah suatu wadah yang tidak terlepas dari kebutuhan akademik. Berangkat dari hal tersebut BEM harus dapat menjadi motifator dan motor gerak organisasi mahasiswa yang ada, oleh karena itu BEM harus dapat membuktikan kepada masyarakat kampus dan masyarakat di luar kampus sebagai garda depan yang berperan sebagai wadah untuk melakukan renungan bersama - sama tentang permasalahan yang timbul baik bersifat intern maupun ekstern kelembagaan kemahasiswaan, yang kemudian secara bersama-sama pula mengadakan kegiatan untuk mencari problem solving sebagai wujud kepedulian organisasi. Untuk itu, untuk menjaga kemurnian pergerakananya, lembaga kemahasiswaan haruslah independen, terlepas dari kooptasi apapun, terlepas dari committed terhadap siapapun kecuali terhadap kebenaran dan kemurnian intelektual. Jalur birokrasi kampus yang menangani kemahasiswaan harus berdiri dalam posisi fasilitator untuk segala kegiatan mahasiswa, begitu juga mengenai pengelolaan dana operasional kemahasiswaan menjadi tanggung jawab mahasiswa dalam mengalokasikan kegiatanya dan tentunya harus ada dukungan seluruh komponen yang benar-benar mengakar sebagai suatu representatif aspirasi mahasiswa.
0 komentar:
Posting Komentar